Desahan Gadis Perawan Yang Kupaksa Ngentot

Desahan Gadis Perawan Yang Kupaksa Ngentot – Kisah Seks ini berlangsung sekitaran 5 tahun lalu. waktu lalu waktu umurku 25 th.. Saat itu saya satu tahun tinggal disebuah komplek perumahan yang ada dijakarta. Waktu itu saya bekerja disebuah koperasi dekat komplek. Hingga umurku yang 25 th. saat itu, problem wanita kehidupanku tidak sempat kosong. Kehidupanku senantiasa dihiasi banyaknya wanita yang cantik serta seksi-seksi. Saya juga senantiasa meniduri wanita sebagai kekasihku, karna saya senantiasa ngaceng bila lihat wanita cantik serta semok. Begitu halnya bila saya lihat kekasihku kenakan pakaian seksi, saya segera saja mengajaknya untuk terkait Seks.

Desahan Gadis Perawan Yang Kupaksa Ngentot
Desahan Gadis Perawan Yang Kupaksa Ngentot

Jadi lelaki saya begitu mujur sekali dengan kehidupan Seks ku yang tidak sempat kosong. Naah saat itu saya baru saja putus dengan kekasihku karna saya telah jemu dengan Vaginanya yang makin lama saya rasakan semakin tidak enak. Setelah putus saat ini saya menginginkan meraskan sensai ngentot gadis perawan serta Disinilah saya dikatakan sebagai lelaki yang mujur. Saat saya pulang dari kerja saya lihat seseorang gadis muda tengah menyapu lantai tempat tinggalnya, Dalam waktu relatif cepat saya berfikiran bila berikut targetku setelah itu. Saat itu saya lihat gadis itu tengah menyapu dengan memakai tank top ketat serta celana pendek yang ketat. Dari luar tank topnya saya lihat payudara yang begitu padat serta diisi. Ukurannya lumayan besar sekitaran 34B, kulihat sekujur kakinya begitu putih mulus hingga dipahanya tidak ada belang sekalipun. Benar-benar birahiku segera naik.

Akal bulusku juga segera keluar, karna tempat tinggal gadis itu tidak jauh dari rumahku jadi akupun sudah tahu seluk beluknya bagaimana. Namanya Venti, waktu itu Venti kelas 1 SMA didekat komplek. Venti termasuk juga gadis yang lugu, tetapi dia seringkali menggunakan baju yang begitu seksi. Saya berniat tiap-tiap sore pulang pas jam seperti kemaren saya lihat Venti tengah nyapu. Filingku juga pas, tiap-tiap pulang saya selau pas dengan Venti, serta saya juga menggodanya dengan memberi siulan pada Venti. Venti juga yang ketahui bila saya yang menyiulinya juga membalas dengan senyumannya yang manis. Demikian selanjutnya sampai saya akrab dengannya.

Domino99

Satu sore waktu saya tengah libur kerja, saya lihat Venti dengan kebiasaanya tiap-tiap sore. Sore itu Venti memakai baju yang begitu seksi sekali, sehngga menonjolkan bentuk badannya yang begitu indah. Dengan begitu nafsu saya tatap dia dari balik pagar serta dia juga membalasnya serta tanpa ada saya beberapa kira Venti menuju ke pintu pagar tempat tinggal saya, serta dalam hati saya ajukan pertanyaan mungkin saja dia juga akan geram karna saya senantiasa menatapnya, namun hal itu tidak berlangsung, dia jadi tersenyum manis sembari duduk dideket dimuka pagar tempat tinggal saya yang buat nafsu saya makin tinggi karna dengan leluasa saya bisa memandangi badan Venti serta yang lebih mengasikan sekali lagi ia duduk dengan menyilangkan pahannya yang buat beberapa roknya terungkap sewaktu angin meniup dengan lembutnya tetapi ia diam serta membiarkan saja.

Dengan penuh nafsu serta penasaran menginginkan lihat badan Venti dari dekat jadi saya dekati dia serta bertannya “Duduk sendirian nih bisa saya rekanin, ” dengan terperanjat Venti mambalikan berwajah serta berkata “eh…… boooboleh. ” Saya segera duduk pas di sebelahnya karena deker itu cuma cocok untuk dua orang. Serta untuk kurangi kebisuan saya bertannya pada Venti “Biasanya bertiga, temannya mana..? ”, dengan terbata-bata Venti berkata “Gi.. gini om, mereka i.. itu bukanlah teman saya namun kakak serta sepupu saya. ” saya segera malu sekali serta kerkata “Sorry. ” kemudia Venti menerangkan kalau kakak serta sepupunnya sekali lagi ke satu diantara mal namannya MM. Venti mulai tampak enjoy namun saya makin tegang jantungku makin berdetak dengan kerasnya karena dengan dekatnya saya bisa memandangi paha mulus Venti ditambah sekali lagi dua bukit kembarnya tersembul dari balik tank topnya jika dia salah tempat.

Diam-diam saya mengambil pandang untuk memandangnya tetapi dia mulai menyadarinya namun jadi ke-2 bukit kembarnya itu lebih dipertunjukkannya keaku yang buat saya makin salah tingkah serta tampa berniat saya menyentuh pahanya yang putih tanpa ada tertutupi oleh rok mininya karna tertiup angin yang buat Venti terperanjat serta Ventipun tidak geram sekalipun hingga tangan saya makin penasaran serta saya dekapkan tangan saya ke pahanya serta dia juga tidak geram juga serta kebetulan ketika itu langitpun makin gelap hingga saya pakai dengan baik dengan perlahan tangan kiri saya yang ada diatas pahanya saya pindahkan ke pinggannya serta meraba-raba perutnya sembari hidungku saya dekatkan ketelingannya yang buat Venti kegelian karna semprotan nafasku yang begitu bernafsu serta mata ku tidak berkedip lihat ke-2 bukit kembarnya yang memiliki ukuran tengah di balik tank topnya.

Tanpa ada saya sadari tangan kiri saya sudah menyelinap dalam tank top yang ia pakai menuju kepunggunya serta di sana saya temukan satu kain yang begitu ketat yang disebut tali BH nya serta dengan sigapnya tangan saya buka ikatan BH yang dipakai Venti yang buat tangan saya makin leluasa ber gerilya dipunggunya serta perlahan- lahan menyelinap kebukit kembarnya dan tangan kanan saya buka ikatan tali BH Venti yang ada di lehernya serta dengan leluasa saya menarik BH Venti itu keluar dari tank topnya karna ketika itu Venti mengggunakan BH yang umum dipakai bule ketika berjemur.

Sesudah saya buka BHnya saat ini dengan leluasa tangan saya meraba, memijit serta memelintir bukit kembarnya yang buat Venti kegelian serta tampak pentil bukit kembarnya sudah jadi membesar serta berwarna merah serta tanpa ada ia sadari ia berkata “Terusss.. nikmattttt.. Ommmm……….. ahh.. ahhhh…. ” Serta itu buat saya makin bernafsu, lalu tangan saya pindahkan ke pinggannya kembali serta mulai memasukannnya kedalam rok mini yang ia gunakan dengan terlebih dulu…

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial